NADIKABAR.COM — Dalam Islam, qunut secara bahasa berarti berdiri lama, taat, atau doa. Sementara itu, menurut istilah fikih, qunut merujuk pada doa khusus yang dibaca oleh seorang hamba dalam salat pada gerakan berdiri di rakaat terakhir.
Qunut yang disunahkan ada tiga macam, yakni qunut Subuh, qunut witir, dan qunut nazilah. Berikut penjelasan lengkapnya.
Disebutkan dalam buku Praktik Ibadah Kemasyarakatan Berbasis Multikultural oleh Panca Oktoberi, Imam An-Nawawi berkata demikian mengenai qunut Subuh.
اعلم أن القنوت في صلاة الصبح سنة للحديث الصحيح فيه عن أنس صلى الله عليه وسلم لم يزل يقنت في الصبح حتى رضي الله عنه أن رسول الله الله في كتاب الأربعين وقال حديث رواه الحاكم أبو عبد . فارقا الدنيا
Artinya: "Qunut salat Subuh disunahkan berdasarkan hadits shahih dari Anas bahwa Rasulullah SAW selalu qunut sampai beliau meninggal. Hadits riwayat Hakim Abu Abdullah dalam kitab Arba'in. Ia mengatakan, itu hadits shahih."
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa qunut Subuh merupakan sunah muakkad, yakni apabila tidak dikerjakan tidak membatalkan salat, tetapi dianjurkan untuk sujud sahwi, baik ditinggalkan sengaja atau tidak.
Merangkum buku Ramadan Bersama Rasul: Panduan Ibadah di Bulan Suci Ramadan karya Alvian Iqbal Zahasfan, anjuran mengerjakan qunut witir berdasar pada hadits berikut.
عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِهِ أَنَّ أَبي بْنَ كَعْبٍ أَمَّهُمْ يَعْنِي فِي رَمَضَانَ وَكَانَ يَقْنُتُ في النِّصْفِ الآخِرِ مِنْ رَمَضَانَ