Setelah itu kedua tangan disedekapkan di dada, dengan tangan kanan di atas tangan kiri dan pandangan diarahkan ke tempat sujud.

Setelah bersedekap, disunnahkan membaca doa iftitah:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Arab-latin: Allahu akbar kabira walhamdulillahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawati wal ardha hanifan musliman wa maa ana minal musyrikin. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil 'aalamin. Laa syariika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.

Artinya: "Allah Maha Besar dengan kebesaran yang sempurna. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah pada pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketundukan dan aku bukan termasuk orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan serta aku termasuk orang-orang muslim."

Membaca Surah Al-Fatihah merupakan rukun sholat. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak sah sholat seseorang yang tidak membaca surah Al-Fatihah." (HR Bukhari,muslim, Tirmidzi, Nasai, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ - 5 اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Arab-latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maaliki yaumid diin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina anʼamta 'alaihim ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalliin.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat." (QS Al-Fatihah: 1-7)

Kemudian, membaca surah pendek dalam Al-Qur'an pada rakaat pertama dan kedua.

Mengangkat kedua tangan seraya takbir, lalu membungkukkan badan hingga punggung rata, kedua tangan menyentuh kedua lutut, dan membaca tasbih rukuk (3 kali):

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Arab-latin: Subhana rabbiyal 'adzimi wa bihamdih.

Artinya: "Mahasuci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya."

Bangkit dari rukuk seraya mengangkat kedua tangan dan membaca:

Arab-latin: Sami'allahu liman hamidah.

Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya."

Kemudian ketika berdiri tegak dilanjutkan membaca doa Iktidal:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Arab-latin: Rabbana lakal hamdu mil'us-samawati wa mil'ul-ardhi wa mil'u ma syi'ta min syai-in ba'du.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu."

Turun untuk bersujud dengan menempelkan hidung, dahi, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jemari kaki ke lantai, lalu membaca tasbih sujud (3 kali):