"Di tim redaksi hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah sholawat untukku di hari itu. Karena sesungguhnya sholawat kalian itu akan disajikan untukku'. Para sahabat berkata, 'Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin sholawat kami akan disajikan untuk engkau setelah berbaur dengan tanah?' Mereka juga ada yang mengatakan, 'Engkau telah rusak'. Beliau bersabda, 'Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan atas bumi untuk merusakkan jasad-jasad para nabi'." (HR Abu Dawud)

"Hinalah orang yang mendengar namaku disebut kemudian dia tidak membaca sholawat untukku." (HR At Tirmidzi)

"Janganlah kalian menjadikan kuburku sebagai tempat perayaan. Dan bacalah sholawat untukku karena sesungguhnya bacaan sholawat kalian itu sampai kepadaku di mana pun kamu berada." (HR Abu Dawud)

Setelah azan dan iqamah jadi waktu terbaik lainnya untuk membaca sholawat nariyah. Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Apabila kamu mendengar muazin menyerukan azan, maka jawablah dengan jawaban yang sama ia baca. Setelah selesai maka bersholawatlah kepadaku." (HR Ahmad dan Muslim)

Dari Fadhalah bin Ubaid RA, ia berkata,

"Rasulullah SAW mendengar seseorang berdoa di dalam salatnya tanpa mengagungkan nama Allah Ta'ala dan tidak membaca sholawat untuk Nabi SAW. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, 'Orang ini sangat tergesa-gesa.' Beliau lantas memanggilnya dan bersabda kepadanya atau juga kepada orang lain, 'Apabila salah seorang di tim redaksi kalian berdoa, maka hendaknya ia memulainya dengan memuji dan menyanjung Tuhannya Yang Mahasuci, kemudian membacakan sholawat untuk Nabi SAW, kemudian setelah itu berdoa sekehendaknya'." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)