NADIKABAR.COM — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mewaspadai bahaya sekunder berupa lahar hujan di Kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Selasa, mengatakan kawasan terdampak bencana tidak hanya berada dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah, tetapi juga masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) I Gunungapi Talang.
Namun, wilayah hilir Arosuka secara geologis tersusun dari endapan vulkanik muda, batu apung, tuf, serta lahar yang belum terkonsolidasi dengan sempurna.
Kondisi batuan yang berporositas tinggi tersebut, menurut dia menjadi sangat rapuh dan mudah jenuh air saat diterpa hujan berintensitas tinggi, sehingga berpotensi memicu pergerakan massa tanah secara masif.
"Keberadaan material vulkanik lepas dan tanah pelapukan tebal di wilayah hulu menjadi penyedia sedimen utama yang sewaktu-waktu dapat tergerus menjadi aliran lahar atau banjir bandang," kata Lana.