"S02 atau sulfur dioksida adalah senyawa kimia berupa gas beracun yang tidak berwarna tetapi memiliki bau yang sangat menyengat. Namun, bahaya S02 ini bergantung pada tingkat ketinggiannya di troposfer karena apabila berada di ketinggian tertentu, tidak langsung terhirup oleh masyarakat," tulis Badan Geologi.
Badan Geologi menjelaskan, peta satelit menunjukkan jumlah SO2 di seluruh kolom atmosfer pada ketinggian tertentu, bukan konsentrasi gas di permukaan yang dihirup masyarakat. Ia menegaskan peta merah itu bukan berarti udara di Jakarta berbahaya.
"Peta warna merah ini bukan berarti udara di Jakarta berbahaya. Arti warna merah. Anomali SO2 pada konsentrasi lebih tinggi dari udara normal di lapisan atmosfer, bukan angka kualitas udara di permukaan," kata Badan Geologi.