NADIKABAR.COM — Badan Pengkajian MPR RI menyelenggarakan penyerapan aspirasi masyarakat (Asmas) spesifik bagi komunitas ekonomi kreatif di Pantai Ceria, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Akses pemasaran produk lokal, kepastian hukum, pengelolaan lingkungan, dan pemerataan manfaat pariwisata menjadi sejumlah persoalan yang mengemuka dalam dialog tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di pesisir pantai, Selasa (29/9/2026), ini mempertemukan anggota MPR RI dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), nelayan, perajin, pemandu wisata, serta komunitas kreatif. Forum tersebut membuka ruang bagi masyarakat kepulauan untuk menyampaikan langsung kebutuhan, kendala, dan usulan pengembangan ekonomi di wilayahnya.
Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI dari Fraksi PKB Hindun Anisah menyampaikan bahwa Karimunjawa memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Olahan rumput laut, ikan, dan kelapa merupakan sebagian potensi yang dapat memperkuat usaha masyarakat sekaligus mendukung daya tarik pariwisata.
Menurut Hindun, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif perlu berjalan beriringan agar kemajuan Karimunjawa semakin dirasakan masyarakat.
"Khususnya Karimunjawa menjadi semakin dikenal. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia internasional," ujar Hindun, Kamis (1/10/2026).
Dia juga mendorong perluasan pemasaran produk UMKM melalui kerja sama dengan hotel dan pelaku usaha pariwisata.
"Produk lokal diharapkan memperoleh tempat dalam layanan maupun paket wisata sehingga kunjungan wisatawan turut membuka pasar bagi usaha masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, anggota Badan Pengkajian MPR RI dari Kelompok DPD Hilmy Muhammad menyoroti pentingnya kebijakan pembangunan yang memperhatikan karakteristik wilayah kepulauan. Dia menekankan pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, dan pemeliharaan kepercayaan wisatawan sebagai bagian penting dari keberlanjutan pariwisata Karimunjawa.