NADIKABAR.COM — Terletak di tepi Sungai Kuning, Wuzhong telah mengembangkan budaya kuliner yang unik melalui perdagangan dan pertukaran budaya selama berabad-abad.

Mirip dengan tradisi brunch ala Barat, momen "teh pagi" di China dikenal sebagai kegiatan bersantap santai di luar rumah, di mana orang-orang dapat menikmati hidangan khas sepanjang pagi, seringkali sambil berbincang dengan keluarga dan teman. Hidangan khas "teh pagi" di Wuzhong antara lain mi Lamian, roti isi kukus, dan babao cha, sejenis teh yang terbuat dari campuran delapan bahan.

Kota Wuzhong dianugerai predikat "kota ikonik budaya teh pagi" oleh Asosiasi Kuliner China pada 2021 berkat industri teh paginya yang berkembang pesat. Terdapat lebih dari 800 kedai teh pagi di seluruh kota tersebut, dengan pendapatan tahunan lebih dari 1,8 miliar yuan (1 yuan = Rp2.660).

Kota ini telah menyelenggarakan Festival Budaya Teh Pagi tahunan sejak 2021 demi semakin memajukan industri teh paginya. Acara-acara tersebut telah menarik total 13,37 juta pengunjung dan mendorong konsumsi sebesar 3,542 miliar yuan, sehingga tampil sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi baru bagi kota ini.