Untuk mengukur seberapa jauh akumulasi kalsium telah terjadi, tim medis menggunakan teknologi CT Scan. Teknologi ini memungkinkan dokter menghitung calcium score (skor kalsium) secara otomatis.

Besarnya skor kalsium ini menjadi indikator langsung dari beban risiko penyakit kardiovaskular pasien.

"Hitungnya soalnya bukan berhitung seperti biasa. Nanti by system kita scoring dengan CT Scan tersebut. Semakin tinggi nilainya, kita anggap burden atau beban dari risiko kardiovaskular ini juga semakin tinggi," jelas dr Maya.

Menurut dr Maya, penumpukan kalsium dapat terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, kurang tidur, hingga pola makan tidak teratur dan memakan makanan yang rendah gizi. Oleh karenanya, ia menyarankan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, utamanya bagi orang yang memiliki riwayat penyakit jantung dan jenis penyakit lain yang memicu gagal jantung seperti kolesterol, hipertensi, dan diabetes.