"Papa semangat banget, tiap hari ke masjid, ikut bersih-bersih saking senangnya. Mungkin kecapekan. Pas perjalanan pulang dari Surabaya mau ke Jakarta, Papa drop di Surabaya," jelasnya.
Sempat disarankan menjalani perawatan di rumah sakit di Surabaya, sang ayah memilih diboyong ke Jakarta agar dekat dengan anak dan menantunya.
Setibanya di Jakarta, kesehatan Tasrun Hadinoto sempat stabil. Namun, tak berselang lama, gejala linglung mulai tampak hingga pihak keluarga melarikannya ke rumah sakit.
"Hari Selasanya kontrol ke dokter dinyatakan baik-baik saja. Ternyata Kamis malam dikabarin Papa suka ngigo-ngigo. Sadar, tapi ngomongnya udah gak kayak biasanya," tutur Nini.
Setelah diperiksa, infeksi di paru-parunya rupanya memberat hingga menjalar atau complicated. Pihak medis berjuang maksimal merawat sang ayah di rumah sakit selama 15 hari.