Bahlil meminta pihak yang menyebar informasi tersebut untuk mengklarifikasi. Ia memberikan waktu dalam 3x24 jam atau akan melayangkan somasi.

"Tapi tuduhannya kan, awalnya aku nggak mau pusing. Tapi tuduhannya ke sini kan sosmed ini kan gila sekali, udah kemana-mana ini barang. Dan saya kasih waktu, sehabis ini saya akan somasi orang-orang itu, saya akan kasih waktu 3x24 jam, saya akan kasih somasi. Kalau tidak, ya negara kita negara hukum, saya akan menempuh jalur hukum," ujarnya.

Bahlil tidak menyebut siapa pihak yang dimaksud, namun peringatan itu ditujukan kepada seseorang yang disebutnya sebagai senior.

"Dan saya memberikan kepada tadi itu, senior saya juga, senior yang merasa paling pintar bicara, sering pakai kacamata orangnya, di podcast, dan saya bilang kalau memang itu diduga saya, buktikan, kalau tidak saya akan somasi. Kalau tidak saya akan proses secara hukum, karena ini berbahaya. Menurut saya tuduhan ini sama kuatnya dengan melakukan penyadapan," ujarnya.

"Apa maksudnya memberikan berita-berita yang kurang bagus, membangun persepsi macam-macam itu, nah menurut saya ini ngga sehat," lanjut Bahlil.

Bahlil mengatakan tuduhan itu menjadi persoalan serius karena menyangkut marwah partai. Ia tak akan berdiam diri dan akan mengambil langkah tegas.

"Karena bicara partai, itu marwah partai. Ketua umum partai, itu marwah. Jadi saya tidak mau mundur dari orang-orang kayak gini ini, nggak bisa. Masak atas nama sebuah demokrasi ngomongnya ngawur, nanti lama-lama orang bangun tidur mimpi, nggak tahu malam minum apa tiba-tiba bicara bangsa. Astaghfirullahaladzim," ujarnya.

Bahlil menegaskan bahwa dirinya orang yang loyal dan tak berkhianat. Sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi dan bagian parpol koalisi pemerintah, Bahlil mengatakan taat kepada atasannya, yaitu Presiden Prabowo.

"Salah satu ciri karakter kita orang timur dalam bekerja itu soal kepercayaan itu adalah loyalitas, kesetiaan. Kita ini kan rata-rata kita punya nenek moyang ini kan semua orang-orang setia, orang-orang yang perlu diuji nyalinya, taat," ujarnya.