"Tadi saya ditelpon Bapak Presiden, dia kirim salam untuk Bapak Gubernur. Saya tadi, mohon maaf, saya keluar tadi terima telepon, salam untuk Pak Gubernur dan kepada Bapak, seluruh Bapak Ibu semua yang ada dalam ruangan ini. Nanti jangan sampai di bilang ini isu-isu begini jangan sampai Ketum Golkar hubungannya dengan Bapak Presiden gimana ya, sori ye," ujarnya.

Bahlil juga menyinggung hubungan Golkar dengan Prabowo. Dia menegaskan Golkar tidak pernah ragu untuk membangun koalisi bersama Prabowo, bahkan membuka peluang koalisi permanen.

"Koalisi ini harus dibangun, Golkar nggak pernah malu-malu. Bila perlu, koalisinya koalisi permanen, apalagi satu rumah beda kamar," ujarnya.

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi ini menyebut Prabowo memiliki kedekatan historis dengan Partai Golkar. Menurutnya, Prabowo merupakan alumni Golkar dan pernah menjadi anggota Dewan Pembina partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Bagi Golkar, Pak Prabowo ini adalah alumni Golkar, mantan anggota Dewan Pembina Golkar. Kalau sudah ada orang Golkar di sana, kita mau pikir apa lagi, setuju nggak?" kata Bahlil.