Menurut Bahlil, saat ini terdapat tiga pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia, yakni fasilitas milik Hyundai, pabrik yang diresmikan di Halmahera dengan investasi dari China, serta pabrik hasil kerja sama CATL dan PT Antam (Persero).
Bahlil menilai perkembangan tersebut menunjukkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik Indonesia semakin terintegrasi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Integrasi tersebut mencakup kegiatan pertambangan (mining), pengolahan dan pemurnian mineral melalui smelter, teknologi high pressure acid leach (HPAL), produksi prekursor, katoda, hingga sel baterai (battery cell).
"Ekosistem baterai mobil kita ini betul-betul sudah terintegrasi antara mining, smelter, HPAL, prekursor, katoda, sampai battery cell. Mungkin tidak banyak negara yang mempunyai, memiliki ini," katanya lagi.