Dalam sejarahnya, Sudharmono yang merupakan seorang pensiunan jenderal bintang tiga yang dekat dengan Soeharto selama berkuasa. Dalam sejarah sejauh ini dia disebut sebagai salah satu tokoh penting terkait Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang membuka pintu kekuasaan Soeharto.
Berdasarkan situs resmi Perpustakaan Nasional RI, Sudharmono memimpin Golkar sebagai Ketua Umum selama periode 1983-1988.
Sebelum dipilih jadi mandataris MPR mendampingi Soeharto jadi Wapres kelima RI untuk periode 1988-1993, dia pernah berada di dalam kabinet sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Sementara itu Soeharto--meski pelanggengan kekuasaannya identik dengan Golkar--tak pernah menjadi ketua umum partai itu. Kedudukannya di partai itu hanya di kursi Dewan Pembina Partai, termasuk saat menjadi Ketua Dewan Pembina Golkar hingga berakhirnya rezim Orba.