Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, terutama para pelajar. Kadek Sugiarta (17), pelajar asal Desa Bakas, mengaku khawatir setiap kali melintas.

"Banyak siswa dari Bakas dan dari desa lainnya yang lewat sini setiap hari untuk sekolah ke Smarapura. Jadi kalau begini jalannya bisa bahaya," ujarnya.

Menurut Sugiarta, jalur Getakan-Bakas merupakan rute utama. Memang ada jalan alternatif Bakas-Banjarangkan, tapi jaraknya lebih jauh dan memutar sehingga tidak efisien bagi pelajar. Dengan adanya pembangunan DPT ini, diharapkan jalur utama Getakan-Bakas bisa kembali digunakan dengan aman.