NADIKABAR.COM — Taman Nasional (TN) Berbak dan Sembilang menyiapkan pemulihan ekosistem seluas lebih kurang 300 hektare melalui program penanam pohon jenis pulai (alstonia scholaris) dan Jelutung rawa (dyera lowii) di lokasi eks kebakaran hutan di wilayah tersebut.

"Pihak balai bersama tim satgas merencanakan penanaman kembali tumbuhan pulai dan jelutung di kawasan yang terbakar dan telah dinyatakan padam, yang akan dilakukan menunggu intensitas musim hujan meningkat," kata Plt. Kepala Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang Ahmad Budiyana melalui keterangan di Jambi, Kamis.

Menurut Budiyana, selain pemulihan ekosistem di areal terbakar, pihaknya juga akan merancang program perbaikan kawasan yang dilalui alat berat saat masuk ke dalam kawasan dalam rangka membantu proses penanganan kebakaran hutan.

Selain itu, sebagai langkah antisipasi jangka panjang Balai TN Berbak dan Sembilang membuka diri bagi pihak pemerintah daerah maupun Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang berencana ingin membuat program sumur bor di kawasan gambut termasuk di TNBS.

Ia menjelaskan, memasuki hari ke-89, upaya pemadaman masih terus berlanjut. Berdasarkan data hingga Rabu (4/11), total luas kawasan TN Berbak yang terbakar sementara ini telah mencapai 4.200 hektare.