NADIKABAR.COM — Media pemerintah Iran melaporkan bahwa tidak ada rencana pembicaraan terbaru dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini menanggapi pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang memperkirakan akan ada negosiasi lebih lanjut dengan Teheran, meskipun dirinya menolak usulan gencatan senjata terbaru.
"Delegasi Iran di New York (untuk Sidang Majelis Umum PBB) tidak memiliki rencana untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat," sebut kantor berita resmi IRNA, yang mengutip sumber anonim yang dekat dengan delegasi Iran, seperti dilansir AFP, Senin (28/9/2026).
Trump mengatakan kepada media Axios pada Minggu (27/9) bahwa dirinya memperkirakan negosiasi dengan Iran akan segera dilanjutkan, sehari setelah dia menolak usulan Teheran untuk gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
"Pandangan dan posisi Iran telah disampaikan secara jelas dan secara tegas kepada pihak AS... melalui mediator Qatar," sebut IRNA dalam laporannya, sembari menambahkan bahwa delegasi Iran akan pulang ke Teheran pada Selasa (29/9) besok.
Pra pejabat Iran telah mengajukan usulan terbaru soal rencana gencatan senjata selama tujuh hari, yang diikuti dengan pembukaan kembali Selat Hormuz, jika AS memenuhi syarat-syarat Teheran. Usulan itu disampaikan kepada mediator konflik AS-Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pekan lalu.
Trump menolak usulan Iran tersebut, dan sempat mempertimbangkan untuk kembali menyerang Teheran.
Persyaratan yang diajukan Teheran mencakup gencatan senjata atau penghentian segala permusuhan di Timur Tengah selama tujuh hari, termasuk di Lebanon, di mana kelompok Hizbullah, yang didukung Iran, bertempur melawan Israel.
Iran juga menuntut pencairan aset-aset mereka yang dibekukan, yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 12 miliar (setara Rp 214,9 triliun), juga pencabutan sanksi terhadap minyak Iran dan diakhirinya blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Pada hari ketujuh gencatan senjata berlangsung, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz.
Trump Sebut Iran 'Terlalu Percaya Diri' dalam Usulan Mereka
Trump, dalam wawancara dengan Axios, memperkirakan negosiasi dengan Iran akan berlanjut dalam waktu dekat, meskipun dirinya telah menolak usulan terbaru Teheran mengenai gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Saya memperkirakan akan ada lebih banyak pembicaraan dengan Iran (pekan ini)," kata Trump dalam wawancara dengan Axios.
"Mereka (Iran-red) ingin mencapai kesepakatan, tetapi itu bukan kesepakatan yang ingin saya buat. Itu adalah kesepakatan yang mungkin akan kita setujui setahun yang lalu," ujarnya.
"Mereka terlalu percaya diri dengan posisi tawar mereka," ucap Trump dalam wawancara yang diterbitkan pada Minggu (27/9).
Axios, dengan mengutip sumber-sumber yang mengetahui negosiasi kedua negara, sebelumnya melaporkan bahwa pembicaraan tidak langsung AS dan Iran, yang dimediasi oleh Qatar, dapat kembali digelar paling cepat pada Senin (28/9) waktu setempat.
Pembicaraan terbaru digelar pada Selasa (22/9) pekan lalu di New York, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. AS diwakili oleh utusan khusus Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan penasihat juga menantu Trump, Jared Kushner, sedangkan Iran diwakili oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.