NADIKABAR.COM — Jumlah korban dugaan keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati bertambah menjadi 401. Korban terbaru dilaporkan balita hingga ibu menyusui yang memperoleh fasilitas MBG di posyandu.

"Yang rawat inap anak usia 2 tahun ada 1 anak, selain itu ada yang rawat jalan penerima B3 (ibu-ibu menyusui)," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo saat dihubungi wartawan, Jumat (11/9/2026).

Pada awalnya, korban keracunan MBG ini tercatat 259 orang dari 3 sekolah. Namun, ternyata jumlahnya terus bertambah, termasuk laporan baru dari posyandu.

"Jumlah korban dugaan keracunan makanan MBG dari SPPG Gembong 1 yang bergejala total ada 401 per pagi ini," kata dia.

Dia mengatakan dari jumlah 401 orang ini di antaranya 48 pasien yang masih dirawat inap di rumah sakit. "RSUD ada 10 pasien, RS Mitra Bangsa ada 15 orang, RS KSH ada 20 orang, RS Fastabiq ada 3 orang," jelasnya.

Dari jumlah tersebut ada 319 orang yang menjalani rawat jalan. Sisanya setelah diobati kondisinya membaik.

"Untuk yang rawat jalan ini berasal dari SMP Negeri 1 Gembong ada 95 siswa, MTS Negeri 3 Pati, 157 siswa, MTS Manbaul Ulum ada 11 siswa, SDN Gembong 03 ada 38 siswa dan dari Posyandu ada 18 orang," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengatakan mengutamakan pelayanan kesehatan bagi para korban dugaan keracunan MBG ini.

"Kami memang mengutamakan sebuah pelayanan kesehatan masyarakat khususnya hal seperti ini menyangkut dengan nyawa. Makanya kemarin sudah kita putuskan kondisinya KLB. Karena kondisi yang utamakan masalah penyelamatan dulu, " ujarnya ditemui di RS KSH Pati kemarin.