Lalu, dokter di puskesmas menemukan adanya suara tambahan pada pernapasan YS. Dokter kemudian menyarankan agar anaknya menjalani rawat inap.

Sindhy selanjutnya membawa YS ke instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit. Namun, dia mengaku mendapat penjelasan bahwa kondisi anaknya masih normal.

Meski mendapat penjelasan tersebut, Sindhy mengaku tetap khawatir karena pola napas anaknya terlihat berbeda dari biasanya. Dia kemudian menghubungi dokter puskesmas untuk meminta surat rujukan agar YS dapat diperiksa di poli anak.

Setelah kembali ke IGD, YS dipasangi infus dan menjalani nebulisasi sebelum mendapatkan kamar perawatan. Sindhy mengatakan kondisi anaknya sempat membaik setelah menjalani perawatan, tetapi kembali memburuk sejak tengah malam hingga menjelang subuh.