NADIKABAR.COM — Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong aturan pertembakauan adanya titik temu antara kepentingan kesehatan dan ekonomi, sehingga kebijakan yang diterapkan tidak memberikan beban berlebihan kepada salah satu sisi.

Wakil Ketua BAM DPR RI Panggah Susanto di Temanggung, Senin, menyampaikan potensi besar industri pertembakauan perlu dioptimalkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi para pemangku kepentingan di dalam negeri, termasuk para petani tembakau.

Namun, katanya, upaya tersebut menghadapi tantangan, karena adanya sejumlah aturan yang dinilai belum sepenuhnya sinkron antara tujuan peningkatan ekonomi dan perlindungan kesehatan.

"Potensi yang besar ini jangan sampai tidak maksimal memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan di dalam negeri, termasuk petani, karena aturan-aturan yang kadang tidak saling sinkron antara tujuan kita untuk ekonomi dan tujuan untuk kesehatan," katanya.