Lebih lanjut, dia mengatakan prospek perekonomian nasional juga didukung masuknya aliran modal sebesar Rp 149,3 triliun hingga 16 Oktober 2026. Hal ini, kata Bamsoet, menunjukkan Indonesia tetap dipandang punya fundamental ekonomi yang menarik, pasar domestik yang besar, hingga peluang investasi menjanjikan.

Dia menyinggung konsultasi MSCI mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia. Dia mengatakan hal itu perlu menjadi momentum untuk meningkatkan transparansi kepemilikan saham dan perlindungan investor.

"Kepercayaan pasar harus terus kita perkuat melalui kepastian hukum, tata kelola yang baik, dan kebijakan yang konsisten. Indonesia memiliki sumber daya alam, pasar domestik, bonus demografi, serta posisi strategis. Dengan pembenahan yang berkelanjutan, Indonesia akan semakin diperhitungkan sebagai kekuatan ekonomi dunia," ujar Bamsoet.

Waketum Pemuda Pancasila ini mengatakan sinergi antar kementerian lembaga harus terus diperkuat. Bamsoet mengatakan kebijakan fiskal, moneter, investasi, dan industrialisasi perlu berjalan dalam satu arah.

"Arah kebijakan fiskal 2027 harus menjadi pondasi menuju Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera. Optimisme kita memiliki dasar yang nyata, yakni ekonomi tumbuh, penerimaan negara meningkat, industri bergerak, investasi tetap datang, dan negara hadir melindungi rakyat. Tugas kita adalah memastikan seluruh kekuatan itu bekerja untuk kemakmuran rakyat Indonesia," pungkas Bamsoet.