NADIKABAR.COM — Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai perguruan tinggi perlu mencetak lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja, bukan hanya menjadi pencari kerja. Menurutnya, kampus harus membekali mahasiswa dengan keterampilan teknologi, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Hal itu disampaikan Bamsoet dalam sambutan Wisuda ke-4 Universitas Perwira Purbalingga (Unperba) secara daring dari Jakarta, Rabu (21/10/2026). Bamsoet merupakan Ketua Pembina sekaligus pendiri Unperba.
"Keberhasilan perguruan tinggi jangan sekadar diukur dari jumlah mahasiswa dan ijazah yang diterbitkan. Ukuran sesungguhnya adalah kualitas lulusan, integritas, kompetensi, serta manfaat yang mereka berikan kepada masyarakat. Sarjana harus mampu menciptakan peluang, menghasilkan inovasi, dan membuka lapangan kerja," ujar Bamsoet.
Dia menjelaskan perkembangan AI dan otomatisasi telah mengubah kebutuhan tenaga kerja. Pekerjaan administratif dan rutin semakin terdampak perubahan, sedangkan kemampuan analisis, kreativitas, penguasaan teknologi, dan pemecahan masalah semakin dibutuhkan.
Sebab itu, Bamsoet menilai perguruan tinggi perlu memperbarui kurikulum, meningkatkan kompetensi dosen, memperkuat penelitian, serta memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan industri. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja.
"Keberhasilan perguruan tinggi jangan sekadar diukur dari jumlah mahasiswa dan lulusan. Yang jauh lebih penting adalah kualitas pendidikan, integritas, kompetensi lulusan, serta manfaat nyata bagi masyarakat. Sarjana harus mampu berpikir kritis, menguasai teknologi, berani berinovasi, dan menciptakan peluang kerja," kata Bamsoet.