NADIKABAR.COM — 15 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menerima kunjungan persahabatan Duta Besar Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini di Blackstone Lounge Jakarta, Selasa (22/9). Dalam pertemuan tersebut Bamsoet mendorong peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia-Maroko guna menghasilkan investasi, peningkatan ekspor, penguatan industri, transfer teknologi, serta penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.

Peluang tersebut semakin terbuka setelah Indonesia dan Maroko mengaktifkan kembali perundingan Preferential Trade Agreement (PTA) yang ditargetkan dapat diselesaikan secara komprehensif pada tahun 2027. Perundingan perdagangan kedua negara sebelumnya telah dimulai sejak 2018, namun sempat mengalami jeda.

Oleh karena itu, reaktivasi perundingan yang dilakukan pada tahun 2026 harus dimanfaatkan untuk menghasilkan akses pasar yang lebih luas dan mengurangi berbagai hambatan perdagangan. Terlebih Maroko memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk ke Afrika, Eropa dan kawasan Mediterania, sementara Indonesia memiliki akses ke pasar ASEAN yang berpenduduk lebih dari 680 juta jiwa.

"Hubungan Indonesia dan Maroko sudah memiliki fondasi diplomatik yang kuat. Sekarang waktunya hubungan itu ditingkatkan menjadi kemitraan ekonomi strategis. Diplomasi harus menghasilkan transaksi bisnis, transaksi bisnis harus berkembang menjadi investasi, investasi harus memperkuat industri, dan pada akhirnya menciptakan nilai tambah serta lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).

Bamsoet menjelaskan data Kementerian Perdagangan menunjukkan peluang pengembangan hubungan ekonomi kedua negara masih sangat besar. Perdagangan Indonesia-Maroko pada tahun 2025 tercatat sekitar US$235 juta, dengan ekspor Indonesia sekitar US$154,9 juta dan impor dari Maroko sekitar US$80,1 juta.