"Kekompakan ini jangan hanya karena ada acara, kebersamaan ini harus terus kita pelihara. Kita harus terus menerima inspirasi, masukan, serta nasihat dari para orang tua dan tokoh Betawi," ucap Riano.

Lalu, Riano menyebut perjalanan ini perlu terus berbenah agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memastikan kepentingan masyarakat Betawi tetap mendapat ruang dalam pembangunan Jakarta.

"Evaluasi sudah kita jalankan. Pengurus yang tidak aktif maupun yang kinerjanya kurang telah kita evaluasi. Kepengurusan struktural yang baru hasil evaluasi juga sudah disahkan," ucap Riano.

Apalagi, pelestarian budaya Betawi juga menjadi pekerjaan penting. Budaya Betawi dinilai harus terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari wajah Jakarta yang semakin terbuka.

Oleh karena itu, keberadaan lembaga adat dan kebudayaan dinilai penting untuk menjaga sekaligus mengembangkan budaya Betawi.

Riano menyebut posisi Bamus Betawi juga sejalan dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 yang menempatkan Bamus Betawi sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pelestarian dan pengembangan budaya Betawi.