Dahnil menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, otoritas Kerajaan Arab Saudi menyatakan penerbangan dan kegiatan ibadah di dua kota suci tersebut masih aman dan terkendali. Catatan Kementerian Luar Negeri RI, kata dia, juga menunjukkan kondisi yang sejalan.
"Sampai hari ini, pihak otoritas Kerajaan Saudi Arabia menyatakan penerbangan dan kegiatan ibadah di dua Tanah suci aman dan terkendali, begitu juga dengan catatan Kementerian Luar Negeri RI," ujarnya.
Dia mengatakan kebijakan Kementerian Haji dan Umrah terkait penyelenggaraan umrah selalu dikoordinasikan dengan Kemenlu. Koordinasi tersebut, menurutnya, diperlukan karena menyangkut perlindungan warga negara Indonesia (WNI) dan hubungan diplomatik Indonesia dengan Arab Saudi.
"Kebijakan Kemenhaj terkait keputusan kegiatan umrah selalu dikoordinasikan dengan Kemenlu RI karena terkait dengan perlindungan WNI dan Hubungan Diplomatik kita dengan KSA. Kami berharap, negara-negara yang berkonflik bisa menahan diri, demi perdamaian di timur tengah, dan kemanusiaan," tuturnya.