Ia menyebutkan, kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III, BNPB, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, Kantor Imigrasi Kelas I Surabaya, Bea Cukai Juanda, maskapai penerbangan, dan penyedia layanan darat (ground handling).
Tohir mengatakan, koordinasi dan latihan bersama diperlukan untuk memastikan seluruh pihak memahami tanggung jawab masing-masing sehingga potensi gangguan keamanan maupun kendala operasional dapat diantisipasi secara efektif.
"Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bandara Internasional Juanda berkomitmen meningkatkan kompetensi petugas, memperkuat kolaborasi lintas instansi, serta mengevaluasi prosedur secara berkelanjutan guna menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa," katanya.