"Pada satu waktu, jarak pandang baik bagi pesawat untuk take off atau landing, namun di waktu yang lain jarak pandang sangat rendah sehingga tidak memungkinkan pesawat untuk take off atau landing," imbuh Arifin.

Sebagai langkah mitigasi gangguan penerbangan akibat asap karhutla, Bandara Supadio membuka terminal penumpang selama 24 jam dan memperbolehkan calon penumpang Lion Air Group untuk menginap.

Pihak bandara Supadio pun menyediakan fasilitas yang ada, serta menyediakan air minum kemasan hingga ada pengumuman status penerbangan dari maskapai.

"Jajaran personel dan manajemen Bandara Supadio turut mendampingi selama penumpang terdampak menginap di terminal untuk memastikan dan memberikan ketenangan serta menjaga situasi tertib dan aman," kata Arifin.