NADIKABAR.COM — Sejumlah peristiwa menonjol terjadi di wilayah Bandung Raya selama sepekan terakhir. Mulai dari aksi kekerasan terhadap lansia menggunakan pistol mainan, pengungkapan laboratorium narkotika rumahan, hingga insiden serangan anjing pitbull yang melukai seorang anak.

Berikut adalah rangkuman berita Bandung Raya dalam sepekan:

Nasib malang menimpa Ukar Bangkit (68), seorang tukang tambal ban di Kelurahan Margasari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung. Ia menjadi korban penganiayaan dan intimidasi oleh pria berinisial T pada Kamis (27/8/2026) siang.

Insiden bermula saat Ukar mencoba menolong seorang perempuan yang terjatuh di dekat kiosnya. Tanpa alasan jelas, pelaku datang dan memukul korban hingga mengalami luka di bagian mulut. Tak berhenti di situ, pelaku sempat kembali untuk melakukan intimidasi lanjutan.

"Sekitar 30 menit kemudian, T diduga kembali ke lokasi dan melakukan pemukulan serta mengarahkan benda yang bentuknya menyerupai pistol kepada korban disertai perkataan bernada ancaman," kata Kapolsek Buahbatu, Kompol Rezky Kurniawan, Jumat (28/8/2026).

Penyelidikan polisi mengungkap bahwa senjata yang digunakan pelaku bukanlah senjata api, melainkan korek api berbentuk pistol yang sempat dibuang ke saluran air.

"Petugas kemudian melakukan penelusuran dan pendalaman terhadap korban, saksi serta terduga pelaku. Benda tersebut ditemukan di saluran air warga setelah diduga dibuang oleh T. Hasil pemeriksaan awal memastikan benda tersebut merupakan korek api berbentuk menyerupai pistol dan bukan senjata api," tuturnya.

Pelaku T berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Buahbatu kurang dari 24 jam setelah kejadian. "T diamankan personel Polsek Buahbatu pagi tadi sekitar pukul 00.07 WIB," ujar Rezky.

Satuan Reserse Narkoba Polres Sumedang membongkar aktivitas produksi tembakau sintetis (sinte) di sebuah rumah kontrakan. Seorang pria berinisial MSA (25) ditangkap karena menyulap kamarnya menjadi laboratorium mandiri berbekal panduan dari internet.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menyita 694,23 gram sinte siap edar, bibit sintetis cair, alat racik, dan timbangan digital. Kapolres Sumedang, AKBP Reza Ma'ruffi, menyebut kasus ini terungkap setelah tersangka terlibat kasus penganiayaan pada Juli lalu.

"Kasus ini berdasarkan hasil pengembangan oleh anggota kita dan terungkap di dalam kontrakan tersangka telah meracik tembakau gorila atau sintesis dengan seorang diri," ujar Reza, Rabu (26/8/2026).