Hilal menceritakan perjuangan Ihsan menuju kompetisi bergengsi tersebut. Ihsan memulainya dari tingkat olimpiade paling rendah, hingga pada 2025 ia memenangkan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang kebumian.Sembunyikan kutipan teks
"Ihsan sebelumnya merupakan peraih Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kebumian 2025 yang kemudian mengikuti rangkaian pembinaan IESO secara bertahap," lanjutnya.
Dari sana Ihsan diambil sebagai perwakilan nasional untuk tingkat internasional. Ihsan melewati berbagai pelatihan dan pembinaan.
"Pada Pembinaan Tahap II di Yogyakarta, Ihsan mendapat pembelajaran kebumian melalui kelas, praktikum laboratorium, dan praktik lapangan, dengan materi tim redaksi lain geologi, meteorologi, oseanografi, astronomi, geofisika, dan geomorfologi. Dari proses seleksi dan pembinaan itulah Ihsan kemudian terpilih menjadi bagian dari delegasi Indonesia ke Turin," kata Hilal.
Pada Pembinaan Tahap II, ada sekitar 16 siswa peraih OSN Kebumian 2025 yang mengikuti pembelajaran dan evaluasi. Mereka diseleksi kembali untuk menentukan siapa yang berhasil melaju di IESO 2026.