Said mengatakan pemerintah berencana terlebih dulu menjalankan program percontohan (pilot project) dengan anggaran sekitar Rp5 triliun.

Berdasarkan rekomendasi Banggar, program tersebut akan diprioritaskan untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Nantinya, pelaksanaan pendidikan gratis tidak akan dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran dan tata kelola.

β€œWalaupun kita ingin sebenarnya sekolah gratis ini SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi itu bertahap yang paling ideal. Karena khawatir kalau tidak dipersiapkan secara matang nanti akan menimbulkan persoalan di tata kelola,” kata dia.

Said memperkirakan pada 2028, cakupan program bisa dimulai sekitar 60-75 persen dulu sebelum diperluas hingga 100 persen pada tahun berikutnya.