Menurut dia, optimalisasi Tanjungular semakin penting setelah PT Timah Tbk menyampaikan rencana memanfaatkan pelabuhan tersebut untuk ekspor timah batangan ke pasar internasional, termasuk Eropa dan Amerika.

Selain untuk ekspor timah, Pemkab Bangka Barat ingin agar pelabuhan itu dapat digunakan untuk pengiriman komoditas lain, termasuk minyak kelapa sawit mentah.

Pada pertemuan antara Bupati Bangka Barat dengan PT Pelindo yang dilaksanakan di Mentok akhir bulan lalu, Direktur Eksekutif Pelindo Regional II Budi Prasetio mengatakan pihak telah melakukan survei kondisi Pelabuhan Tanjungular dengan sasaran perhatian mulai dari kondisi teknis dermaga hingga kelayakan operasional dan bisnis.

Menurut Budi, terdapat bagian dermaga yang memiliki kedalaman delapan hingga sembilan meter, sedangkan untuk dermaga yang panjangnya 80 meter memiliki kedalaman sekitar tujuh meter.