"Jadi hujan yang terjadi kategori lebat ya kalau dari catatan BMKG, terutama di wilayah sekitar Solok sebesar 94 milimeter per hari. Sehingga ini tentu memicu tadi kejadian banjir," ujar Andri.
Meski peringatan dini untuk peristiwa tersebut telah disampaikan, Andri menyebut dinamika atmosfer harian menunjukkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Barat belum usai. Kabupaten Solok dan sekitarnya masih masuk dalam wilayah yang harus terus dipantau.
"Pantauan kami tentunya dalam sepekan ke depan ada beberapa wilayah yang perlu diwaspadai, terutama di sebagian Sumatera, di wilayah Sumatera Barat tentunya, juga di wilayah sebagian Kalimantan, dan juga tentu di wilayah Sulawesi dan Papua," tutur Andri.
Lebih lanjut, ia menerangkan kondisi iklim Indonesia saat ini terbagi ke dalam dua situasi. Di satu sisi, sebagian besar wilayah masih dilanda kekeringan akibat puncak musim kemarau. Namun di sisi lain, beberapa wilayah justru menunjukkan intensitas hujan tinggi.