Asbudianto mengatakan banjir juga berdampak pada warga di Dusun 2 dengan jumlah 28 kepala keluarga atau sekitar 100 jiwa. Sementara di kawasan Perum Nelayan tercatat 40 kepala keluarga terdampak."Ada sebanyak 12 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat banjir tersebut. Mereka mengungsi ke rumah saudara yang berada di desa lain serta rumah warga lain yang tidak terdampak," terangnya. Selain merendam permukiman, banjir menyebabkan salah satu pagar pabrik durian mengalami kerusakan. Material kayu dan lumpur juga menutupi Jalan Trans Sulawesi sepanjang kurang lebih 500 meter."Akses jalan tidak terputus, tapi membuat macet di area tersebut, karena material banjir yang menutupi badan jalan," kata Asbudianto.
Asbudianto menyebut kondisi banjir saat ini telah surut. Petugas melakukan asesmen terhadap dampak bencana dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong."Kebutuhan mendesak diperlukan untuk penanganan warga terdampak, seperti makanan siap saji, air bersih, tenda pengungsian, normalisasi sungai, serta pembersihan rumah warga," jelasnya. BPBD Sulteng dan BPBD Parigi Moutong masih melakukan pendataan serta penanganan dampak banjir di lokasi kejadian.