"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Informasi yang dihimpun di lapangan, hujan dengan intensitas tinggi selama enam jam di Gunung Semeru tersebut menyebabkan debit air di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) Semeru meningkat hingga membuat tanggul jebol di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.