"Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).
Dari sejumlah infrastruktur yang terdampak, SPAM Guo Kuranji menjadi salah satu prioritas penanganan mengingat perannya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat. SPAM ini memiliki kapasitas produksi sebesar 80 liter per detik dan melayani sekitar 10.000 sambungan rumah (SR). Kerusakan yang terjadi berpotensi mengganggu kontinuitas pelayanan air minum bagi masyarakat yang bergantung pada sistem tersebut.
Penanganan SPAM Guo Kuranji menjadi tantangan tersendiri karena infrastruktur ini sebelumnya juga terdampak bencana pada November 2025 dan masih dalam proses konstruksi perbaikan. Banjir yang kembali terjadi pada 9 Oktober 2026 menyebabkan kerusakan pada infrastruktur tersebut sehingga diperlukan langkah penanganan lanjutan untuk memulihkan fungsinya.