NADIKABAR.COM — Hujan deras yang terus mengguyur telah memicu banjir dan tanah longsor di wilayah India bagian utara dan wilayah Nepal, yang saling berbatasan. Total sedikitnya 68 orang tewas di kedua negara dalam empat hari terakhir.

Kantor Komisioner Penanggulangan Bencana India, seperti dilansir AFP, Senin (28/9/2026), melaporkan bahwa sedikitnya 56 orang tewas di wilayah Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India. Lebih dari 1.000 rumah di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat banjir dan tanah longsor.

Otoritas penanggulangan bencana Nepal, secara terpisah, mengumumkan bahwa sedikitnya 12 orang tewas sejak Kamis (24/9) waktu setempat. Bencana alam ini melanda Nepal yang masih dalam pemulihan menyusul banjir bandang dahsyat pada 26 Agustus lalu, yang merenggut ribuan nyawa.

"Sejak Kamis (24/9), sedikitnya 12 orang meninggal dunia akibat bencana terkait hujan seperti banjir dan tanah longsor," kata juru bicara otoritas penanggulangan bencana Nepal, Shanti Mahat, kepada AFP.

Dia menambahkan bahwa tujuh orang lainnya masih dinyatakan hilang di Nepal.

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah memperingatkan adanya peningkatan peristiwa cuaca ekstrem di seluruh kawasan Asia Selatan, dan mengaitkannya dengan kenaikan suhu juga perubahan pola iklim.

Banjir bandang yang melanda Nepal bulan lalu, yang dipicu oleh runtuhnya gletser pegunungan di perbatasan China-Nepal, telah menewaskan lebih dari 1.400 orang dan menyebabkan ribuan orang lainnya hilang.

Uttar Pradesh, yang dihuni lebih dari 240 juta jiwa di India, kerap dilanda hujan dan badai petir selama musim monsun tahunan yang berlangsung dari Juni hingga September.

Otoritas setempat menyebut bahwa kematian terbaru itu terjadi saat periode "hujan sangat lebat" setelah "sistem tekanan rendah di Teluk Benggala bergerak ke daratan dan meningkatkan intensitas hujan di wilayah tersebut".

Disebutkan juga bahwa negara bagian Uttar Pradesh mencatat curah hujan sebesar 66,5 milimeter antara Jumat (25/9) hingga Minggu (27/9) waktu setempat, dibandingkan curah hujan rata-rata mencapai 7,6 milimeter.

Imbas dari bencana alam itu, menurut laporan NDTV, lebih dari 70.000 orang di dataran rendah di negara bagian Odisha, India bagian timur, terpaksa dievakuasi setelah sungai-sungai meluap akibat hujan deras. Jembatan dan gorong-gorong dilaporkan rusak akibat hujan tersebut.