NADIKABAR.COM — Banjir merendam 12 desa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Ketinggian air di sejumlah wilayah dilaporkan mencapai puluhan sentimeter setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dan menyebabkan sungai meluap.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat telah mengerahkan tim gabungan untuk menangani dampak banjir yang terjadi sejak Sabtu (31/10).
" Banjir disebabkan hujan deras dan meluapnya sungai di wilayah pedalaman Aceh Barat," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat Dharmawan
Di Kecamatan Pante Ceureumen, banjir melanda tujuh desa, yakni Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, Canggai, dan Sikundo. Di Desa Sikundo, derasnya arus banjir mengikis badan jalan dan merusak pagar sekolah. Hingga Minggu siang, arus sungai di wilayah tersebut masih terpantau deras.
Banjir juga melanda empat desa di Kecamatan Sungai Mas, yakni Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong. Sementara itu, di Kecamatan Woyla Barat, banjir merendam Desa Napai. Ketinggian air di wilayah tersebut dilaporkan meningkat tajam hingga mulai memasuki rumah-rumah warga.
Dharmawan menjelaskan banjir mulai terjadi pada Sabtu (31/10) setelah Sungai Krueng Meureubo di Kecamatan Pante Ceureumen dan Sungai Krueng Woyla di Kecamatan Sungai Mas meluap akibat hujan deras.
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, debit air sungai masih tinggi dan sejumlah rumah warga telah terdampak banjir.
Warga diminta terus memantau perkembangan kondisi sungai dan mengantisipasi kemungkinan air kembali naik.