"Komoditas ini memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam rantai usahanya," ujarnya.
Dukungan tersebut, kata Fadhil, diwujudkan melalui pelatihan keuangan dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM di Bank Aceh, yakni mencakup pengelolaan keuangan, pencatatan dan pelaporan sederhana, pemasaran, pengembangan strategi produk, serta penguatan jejaring bisnis.
"Tak hanya itu, pendampingan juga dilakukan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan mengembangkan bisnis secara lebih terarah," katanya.
Fadhil menegaskan, bagi Bank Aceh, mendukung UMKM bukan hanya tentang membuka akses pembiayaan, melainkan juga membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas, memperkuat pengelolaan bisnis, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Melalui penguatan kapasitas tersebut, lanjut dia, UMKM diharapkan semakin mampu mengelola usaha secara profesional, meningkatkan efisiensi, memperluas akses pasar, dan mengembangkan peluang kerja bagi masyarakat.