Sementara, berdasarkan data OJK hingga Maret 2026, aset industri perbankan syariah mencapai Rp1.061,61 triliun atau tumbuh 10,49 persen yoy.

Pembiayaan mencapai Rp716,40 triliun dan dana pihak ketiga Rp811,76 triliun.

Lebih lanjut, Arief mengatakan perseroan akan melanjutkan penguatan layanan dan kerja sama untuk memperluas jangkauan perbankan syariah digital.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi dan kolaborasi dalam membangun ekosistem perbankan syariah digital yang semakin mudah diakses, terhubung dengan aktivitas sehari-hari, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi nasabah serta masyarakat," ucap dia.