NADIKABAR.COM — Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan dan meningkatkan daya saing industri perbankan syariah nasional.
"Industri perbankan syariah nasional saat ini masih didominasi oleh segelintir pemain utama dengan kesenjangan aset yang signifikan. Hal ini menunjukkan masih besarnya ruang konsolidasi dan pertumbuhan untuk memperkuat skala bisnis, efisiensi, dan daya saing," kata Alex dalam kuliah umum di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan, Rabu (21/10).
Alex mengatakan pangsa pasar perbankan syariah Indonesia hingga Juni 2026 baru mencapai 7,36 persen, masih tertinggal dibandingkan Malaysia yang telah mencapai 43 persen.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia.
Ia menjelaskan perbedaan perkembangan industri perbankan syariah kedua negara antara lain dipengaruhi pendekatan pembangunan ekosistem. Malaysia mengembangkan industri melalui kebijakan pemerintah sejak 1983, sedangkan Indonesia berawal dari inisiatif masyarakat.