NADIKABAR.COM — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menggandeng Persikad Depok dan Persiraja Banda Aceh untuk mengembangkan potensi ekonomi dalam ekosistem sepak bola sekaligus memperluas penetrasi layanan keuangan syariah.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan sepak bola memiliki ekosistem ekonomi yang luas karena melibatkan klub, pemain, ofisial, suporter, pelaku UMKM hingga berbagai kegiatan usaha yang tumbuh di sekitar klub.

"Kerja sama dengan Persikad dan Persiraja menjadi langkah strategis untuk memperluas kontribusi Bank BSN, sekaligus memperkenalkan solusi keuangan syariah kepada komunitas yang lebih luas," kata Alex dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/10).

Menurut Alex, potensi ekonomi sepak bola tidak hanya berasal dari aktivitas pertandingan, tetapi juga ditopang besarnya komunitas dan aktivitas ekonomi yang terbentuk di sekitarnya.

Karena itu, melalui kerja sama tersebut Bank BSN akan mengeksplorasi pemanfaatan layanan perbankan syariah, transaksi digital, pengembangan ekosistem pembayaran, serta pemberdayaan pelaku usaha dan UMKM di sekitar kedua klub.

"Bank BSN ingin tumbuh bersama ekosistem. Sepak bola bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang komunitas dan berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di sekitarnya," ujarnya.

Alex menambahkan besarnya basis penggemar sepak bola di Indonesia menjadi salah satu potensi dalam pengembangan ekosistem tersebut. Berdasarkan Nielsen Fan Insights Indonesia November 2025, sepak bola tercatat sebagai olahraga paling populer di Indonesia.

Kolaborasi dengan kedua klub diharapkan dapat membuka peluang pengembangan layanan keuangan untuk berbagai kebutuhan dalam ekosistem sepak bola, mulai dari klub dan pemain, transaksi suporter, hingga pelaku UMKM.

Presiden Klub Persiraja Banda Aceh Nazaruddin Dek Gam mengatakan kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada hubungan sponsorship, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

"Harapan saya, ini bukan sekadar urusan sponsor, tetapi bagaimana rakyat Aceh bisa merasakan langsung manfaat kehadiran BSN. Sebagai bentuk timbal balik, kami tentu akan men-support penuh Bank BSN di Aceh," kata Nazaruddin.

Ia menilai pengusaha dan masyarakat lokal merupakan pasar potensial bagi pengembangan layanan Bank BSN di Aceh, termasuk wilayah barat Aceh mulai dari Trumon hingga Meulaboh.

Sementara itu, ekspansi ekosistem Bank BSN turut ditopang pertumbuhan kinerja perseroan. Hingga Agustus 2026, total aset Bank BSN tercatat Rp81,5 triliun atau tumbuh 20,75 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Penyaluran pembiayaan mencapai Rp63,2 triliun atau meningkat 26,12 persen YoY, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp64 triliun atau tumbuh 13,19 persen YoY.

Pada periode yang sama, Bank BSN membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp721 miliar atau meningkat 36,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi digital, layanan Bale Syariah hingga Agustus 2026 memiliki hampir 239 ribu pengguna aktif dengan frekuensi transaksi lebih dari 3,29 juta kali dan volume transaksi sekitar Rp6,57 triliun.