Menurut dia, pertumbuhan UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas. Karena itu, penyaluran KUR diarahkan untuk membuka akses pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas, memperkuat kapasitas usaha, dan berkembang bersama ekosistem di sekitarnya.
βBank Mandiri melihat bahwa pertumbuhan pelaku usaha tidak berdiri sendiri. Ketika petani dapat meningkatkan produktivitas, maka terdapat peluang bagi sektor perdagangan, jasa, pengolahan, hingga distribusi untuk ikut berkembang. Karena itu, pembiayaan KUR kami arahkan untuk mendukung rantai aktivitas ekonomi tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,β ujarnya.
Lebih lanjut, hingga 31 Agustus 2026, kualitas penyaluran KUR Bank Mandiri tetap terjaga dengan non-performing loan (NPL) di bawah 1 persen.
Di sisi lain, Bank Mandiri juga terus memperluas akses bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum memperoleh pembiayaan KUR.
Pada periode yang sama, realisasi debitur baru mencapai 157.839 debitur, atau 71,75 persen dari target tahun 2026 sebanyak 220.000 debitur.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 71 persen dari total debitur penerima KUR Bank Mandiri sepanjang 2026 hingga Agustus.