SBI menyatakan telah mengaktifkan protokol tanggap darurat dan penanganan insiden siber, serta melibatkan lembaga keamanan siber independen untuk melakukan penilaian menyeluruh dan menyelidiki sifat serta cakupan dari dugaan kebocoran data tersebut.

Pihak bank mengeklaim bahwa kebocoran itu diperkirakan tidak akan memberikan dampak material terhadap operasi bisnis inti, kinerja keuangan, maupun kelangsungan bisnis bank tersebut.