Sebanyak 19 negara berpartisipasi dalam latihan tersebut, yakni Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, Tiongkok, India, Jepang, Laos, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Filipina, Korea Selatan, Rusia, Singapura, Thailand, Timor-Leste, Amerika Serikat, dan Vietnam.
Andra mengatakan latihan tersebut relevan dengan kondisi geografis Banten yang memiliki garis pantai panjang, wilayah Selat Sunda, kawasan industri strategis, serta potensi risiko bencana, termasuk aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Karena itu, latihan dirancang menggunakan skenario bencana majemuk berskala besar berupa gempa bumi yang diikuti erupsi Gunung Anak Krakatau dan tsunami.
Melalui skenario tersebut, kelompok kerja HADR menguji kemampuan evakuasi dan pertolongan kemanusiaan. Kelompok MM memperkuat kapasitas penanganan medis dalam kondisi krisis.