Kebetulan, orang tua Sagar memang menjalankan bisnis pertanian dengan model tradisional. Karena tumbuh di lingkungan pertanian, ia menyadari bahwa lebih baik bekerja di ladang daripada pekerjaan korporatnya, lapor Food NDTV (10/9).

"Pekerjaan saya bagus, tetapi saya lebih menikmati berada di ladang," ujarnya kepada The Economic Times.

Tanaman pertama yang ia tanam adalah moringa atau daun kelor di lahan seluas lima hektar.

Ia lalu beralih ke pertanian organik setelah menyadari adanya peningkatan biaya dan dampak buruk dari penggunaan bahan kimia serta pestisida.

Sebelum menanam moringa atau daun kelor, pria ini sudah lebih dulu menyiapkan lahannya. Sagar berupaya meningkatkan kesehatan tanah.

Ia juga meneliti tanaman mana yang dapat bertahan di musim panas daerah Solapur dengan suhu bisa mencapai lebih dari 45 derajat Celcius.