"Secara teknis kita sudah detailkan, sehari bisa enam shorti karena kapasitas c130 ini 13-15 ribu liter, sehari bisa 100 ribu liter kita droping di wilayah yang sudah kita petakan yang masih membutuhkan untuk water bombing untuk pemadaman apinya," imbuhnya.

Kristomei menyampaikan apresiasi langkah Australia sebagai negara sahabat yang membantu pada masa-masa sulit. Kristomei menegaskan pemerintah terus memprioritaskan penanggulangan karhutla.

"Sekali lagi kami berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan dan tentunya ini adalah simbol persahabatan dua negara, dua sahabat yang saling berdekatan. Ini disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, sahabat yang baik adalah sahabat yang membantu pada saat saat yang sulit. Kita juga telah membantu Australia dan Australia juga membantu Indonesia," kata Kristomei.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier mengatakan hubungan dua negara ini telah lama ditandai dengan keinginan dan kesiapsiagaan untuk saling membantu pada saat yang dibutuhkan. Roderick mengungkap bantuan Indonesia saat kebakaran di Australia pada 2020.