NADIKABAR.COM β Bantuan kemanusiaan berupa 1.000 ton tepung terigu berhasil dikirimkan ke Jalur Gaza pada Minggu, sementara gelombang pengiriman berikutnya dengan jumlah yang sama dijadwalkan tiba pada Senin (26/10).
Ketua Asosiasi Pembuat Roti Jalur Gaza, Abdel Nasser al-Ajrami, mengatakan kepada RIA Novosti bahwa seluruh pasokan tersebut akan disalurkan langsung ke toko-toko roti dengan dukungan Program Pangan Dunia (WFP) dan tidak akan diperjualbelikan di pasar bebas.
"Seluruh pasokan akan dialokasikan ke toko-toko roti dengan dukungan dari Program Pangan Dunia (WFP), dan tepung ini tidak akan dijual di pasaran," ujar al-Ajrami.
Pembatasan operasional di pos pemeriksaan perbatasan serta terhadap masuknya pasokan bantuan kemanusiaan dan bahan pangan telah memperburuk krisis pangan di Jalur Gazaβmemicu ancaman kelaparan di tengah masyarakat setempat.
Kendati pasokan harian yang datang hanya mencukupi kebutuhan operasional toko roti untuk satu hari, warga Gaza masih menghadapi kebutuhan mendesak akan tambahan pasokan yang berkelanjutan.
"Untuk mengatasi krisis dan kembali mengoperasikan toko-toko roti yang telah tutup di wilayah kantong tersebut, sebuah pabrik penggilingan gandum harus dihidupkan kembali," kata al-Ajrami.
Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza hingga kini masih memprihatinkan akibat kerusakan infrastruktur dan layanan publik, gangguan fasilitas medis, serta tantangan dalam penyediaan pasokan esensial bagi warga.
Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025, militer Israel dilaporkan masih meluncurkan serangan dengan dalih menargetkan fasilitas dan anggota gerakan pejuang Palestina, Hamas.
Penerjemah: Yashinta Difa