"Per hari ini dari 30 kg itu sudah terealisasi 43% atau 745 ribu KPM," kata Andriko saat melakukan pemantauan penyaluran bantuan di Kelurahan Jingglong, Ponorogo.
Pemerintah pun meminta proses distribusi segera dituntaskan agar bantuan dapat diterima seluruh warga yang telah masuk dalam daftar penerima. Secara nasional, Bulog diberi waktu hingga akhir September untuk menyelesaikan penyaluran. Namun, khusus untuk Jawa Timur, penyelesaian distribusi ditargetkan lebih cepat.
"Bulog bersedia menyelesaikan ini paling lambat sampai akhir September, tapi di Jatim pertengahan September sudah selesai," jelasnya.
Menurut Andriko, keberadaan bantuan beras gratis diharapkan dapat menekan beban belanja masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Dengan kebutuhan beras yang telah terpenuhi melalui program pemerintah, penghasilan warga dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga lainnya.
Adapun penerima bantuan merupakan masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.
Selain menjalankan distribusi bantuan pangan, Bulog Ponorogo juga terus menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penjualan beras SPHP hingga kini masih berlangsung melalui pasar maupun sejumlah toko di wilayah Ponorogo.