Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, Agung Wahyudi, menjelaskan penataan kawasan Gasibu hingga saat ini masih berada dalam tahap pelaksanaan kontrak konstruksi.

Menurutnya, perbedaan elevasi tim redaksi trotoar dan titik penyeberangan terjadi karena adanya penyesuaian terhadap kondisi di lapangan.

"Saat ini paket pekerjaan penataan Gasibu masih dalam tahap pelaksanaan kontrak konstruksi. Perbedaan elevasi tim redaksi trotoar untuk pejalan kaki dan tempat penyeberangan diperlukan penyesuaian kondisi elevasi di lapangan," kata Agung saat dikonfirmasi.

Pemprov Jabar pun memastikan akan melakukan tindak lanjut terhadap kondisi tersebut. Penyesuaian akan dilakukan pada perbedaan ketinggian tim redaksi jalur trotoar dan tempat penyeberangan.