NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara terkait banyaknya insiden yang melibatkan truk di jalur Koridor 9 Transjakarta.

"Saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk truk-truk yang muatannya berlebihan, tidak kemudian memotong jalur busway," ujar Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

Koridor 9 Transjakarta merupakan rute yang menghubungkan wilayah Pinang Ranti, Jakarta Timur hingga Pluit, Jakarta Utara. Koridor ini sering disorot karena kerap mengalami gangguan yang disebabkan oleh tabrakan truk atau kendaraan pribadi.

Pramono menyebut ia sudah memperoleh laporan terkait banyaknya insiden yang terjadi di koridor ini. Ia kemudian menyampaikan masalah yang menjadi penyebab dari insiden tersebut.

"Problemnya adalah ketika mereka memotong jalur busway seringkali juga berbenturan dengan JPO dan sebagainya," jelasnya.

Pramono pun menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk mendukung Transjakarta agar bisa memberikan penindakan tegas. Bahkan, ia mendorong kolaborasi untuk penanganan Koridor 9.

"Kalau memang ini diperlukan kolaborasi saya minta untuk dilakukan. Karena memang tanggung jawab lalu lintas itu adalah tanggung jawab bersama antara Dinas Perhubungan dengan Korlantas," tegas Pramono.

Sebelumnya, sejumlah insiden tabrakan, terutama yang melibatkan truk, kerap menimbulkan gangguan terhadap Koridor 9 Transjakarta.

Peristiwa terbaru pada Rabu (21/10) kemarin, sebuah truk menabrak MCB atau separator di sekitar Halte Kemanggisan sehingga menimbulkan kepadatan lalu lintas dan berdampak pada keterlambatan kedatangan bus.

Sejumlah netizen pun merespons laporan insiden tersebut pada unggahan akun X resmi PT Transjakarta, @PT_Transjakarta. Banyak yang mengungkapkan keresahan mereka akibat insiden serupa yang telah berlangsung berkali-kali. Beberapa justru sudah melontarkan kelakar karena insiden ini dianggap menjadi sebuah kebiasaan.

Ada pula yang langsung meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk segera melakukan evaluasi terhadap rute ini.