NADIKABAR.COM — Jumlah pengangguran sarjana, D4, S2 hingga S3 di Indonesia menurut data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) terbaru telah mencapai 1 juta lebih. Jika dilihat lebih dalam, hal ini tidak berkaitan dengan kompetensi atau kesiapan kerja.
Demikian pendapat pakar Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Radius Setiyawan. Menurutnya, ada beragam alasan mengapa jumlah pengangguran sarjana mencapai angka yang tinggi.
Salah satunya adalah deindustrialisasi. Radius melihat pertumbuhan sektor ekonomi yang semakin padat modal berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa menciptakan lapangan pekerjaan yang sebanding.
"Kalau investasi semakin banyak masuk ke sektor padat modal, tetapi penciptaan pekerjaan tidak sebanding, kita menghadapi persoalan struktural. Sarjana semakin banyak, tetapi ruang untuk mengubah modal pendidikan menjadi pendapatan justru terbatas," tuturnya dalam laman Umsura, dikutip Rabu (26/8/2026).